Sabtu, 14 April 2012

(11 tulisan) ibu

 ibu

Ibu selalu tahu…
Tiap kali menatap wajah ibu, hatiku akan bersimbah cinta…
Menelusuri tiap lekuk garis wajahnya yang menua..
Mengamati tiap helai rambutnya yang memutih..
Ku pandang ibu dalam lelap tidurnya..
Duhai Rabb, betapa muliah Engkau ciptakan dia.
Entah dari mana engkau bentuk hatinya yang begitu tulus..
Ku raba tangannya yang mulai keriput, tangan kasar namun bertabur
berkah..
Ku ingin menciumnya agar berkah itu mengalir padaku..
Duhai penguasa jagad raya..
Alangkah tegar dia Kau bentuk, namun betapa lembut kasihnya Kau
curahkan..
Ibu..
Menggoreskan tentangmu, tak akan ada kata yang mampu mewakilkannya..
Menggambarkan indahmu tak ada tinta yang mampu mewarnai sucimu..
Menguntai kata terindah untukmu, tak akan ada pujangga yang mampu
menuliskan keagunganmu..
Ibu..
Bisa apa aku tanpamu..?
Saat ku gelisah, kau tau ada yang mengganggu fikirku.. Dan belaianmu
mampu menenangkanku..
Saat ku menangis, kau tahu ada yang mengusik hatiku.. Dan senyumanmu
akan mendamaikan qalbuku..
Ketika malam tiba, kau tahu ku takut gelap.. Dan aku akan segera
mendapatkan pelukanmu, dan sirna sudah takutku.. Ketika ku sakit, ibu
tahu penderitaanku, dan ku yakin dia merasakan jauh lebih sakit dari
yang ku rasakan, akan ku temukan raut sedih dan air mata tiap
menatapku yang lemah.
Ibu tahu betapa sedihnya aku ketika ku gagal meraih apa yang ku
inginkan.. Dan dia akan memacu semangatku lagi.
Ibu tahu saat ku jatuh cinta, dan senyumnya akan menggodaku, namun
nasihatnya membuatku tak berani melangkah terlalu jauh..
Ibu tahu ketika ku lelah, pijatannya mampu mengantarku dalam tidur
yang lelap.. Ibu tahu tiap detail kesukaanku.. Dan apa yang tak
kusuka. Ibu tahu semua makanan favoritku..
Ibu tahu saat ku begadang mengerjakan tugas-tugasku, dan akan ku
temukan segelas susu atau kopi hangat di atas mejaku..
Ibu tahu, aku begitu sibuknya dan tak sempat membereskan kamar dan
pakaian kotorku sehingga dia yang mengerjakan semuanya..
Ibu tahu ketika ku pulang, aku akan begitu laparnya sehingga tiap ku
tiba, di meja telah tersaji makanan favoritku.. Ketika ku jauh dari
ibu..
Ibu tahu saat ku rindu padanya, maka tak lama HP ku akan berdering dan
ibulah yang menelponku.. Saat ku sakit ibu tahu, dan jauh di sana
ibupun akan gelisah.. Ibu pun tahu betapa besarnya cintaku padanya,
walau..
Aku tak pernah tahu, bila ibu sakit, aku tetap lelap dalam tidurku..
Dan ibu akan tertatih meraba mencari obat sendiri untuk mengatasi
sakitnya..
Aku tak pernah tahu, bila ibu galau, dan aku mengabaikan keluhannya..
Dan ibu akan memikirkan masalahnya sendiri..
Aku tak pernah tahu, ketika ibu lelah mengurusi smua kebutuhanku, dan
tak ku pedulikan rintihan pegal badannya.. Dan ibu akan mengatasi
pegalnya dengan mencoba memijat dirinya sendiri..
Aku tak pernah tahu jika ibu melarangku, itu untuk kebaikanku, dan aku
berlalu dari hadapannya dengan wajah tertekuk, dan ibu terluka..
Aku tak pernah tahu, jika ibu mengomel, itu smua agar aku tak
melakukan kesalahan yang sama lagi. Namun ku membalas dengan kata-kata
yang mampu melukai hatinya..
Aku tak pernah tahu, betapa sedihnya ibu saat ayah tiada, dan aku pun
dengan mudahnya memutuskan bekerja di tempat yang jauh, meninggalkan
ibu dalam sepinya..
Aku tak pernah tahu betapa takutnya ibu kehilanganku, saat ku
memutuskan untuk menikah.. Dan setelahnya ku sibukkan diriku dengan
keluarga baruku, dan mengabaikan ibu dalam sendirinya..
Ibu.. Selalu tahu.. Namun aku.. Tak pernah tahu..
“Allahummaghfirlana wa li walidaina warhamhuma kama rabbayana
shighara” Amin….amin ya Rabbal alamin.

rhama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar